Soal Kasus Hijab, My Esti Wijayanti : Pentingnya Perkuat Moderasi Beragama di Instititusi Pendidikan
Peristiwa

Soal Kasus Hijab, My Esti Wijayanti : Pentingnya Perkuat Moderasi Beragama di Instititusi Pendidikan

Jogja, (jogja.sorot.co)--Adanya kasus yang menjadi perhatian banyak pihak yakni terkait pemaksaan pemakaian hijab pada seorang siswa SMA Negeri 1 Banguntapan, menyebabkan pemberitaan di media sosial mendapat banyak tanggapan.

Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan yakni My Esti Wijayati juga telah melakukan penelusuran terkait dampak dari kejadian tersebut. Diketahui anak mengalami depresi karena merasa menerima tekanan yang mengakibatkan keluarganya (ibunya) ikut menanggung beban yang tidak ringan.

Sang anak sendiri menjadi tidak lagi merasa nyaman sekolah di SMA Negeri 1 Banguntapan, sehingga terpaksa mencari sekolah baru.

Tentu, persoalannya bukan semata-mata anak bisa kembali sekolah meski ditempat yang berbeda, tetapi ada persoalan mendasar dimana kita tidak mampu memberikan perlindungan dan rasa aman kepada anak tersebut,” ujar My Esti Wijayanti.

Pihaknya berharap persoalan diatas bisa menjadi pintu masuk untuk mengurai peristiwa-peristiwa serupa yang kemungkinan terjadi di banyak sekolah dan sudah berlangsung sekian lama di DIY. 

Maka kita perlu mengusut dan menyelesaikan secara tuntas persoalan tersebut agar semua pihak terkait dengan dunia pendidikan memahami apa yang menjadi tugas pokok dan fungsi dari institusi pendidikan,”tegas My Esti Wijayanti.

Dirinya juga menjelaskan, penting bagi seluruh tenaga pendidik untuk memahami apa yang tertuang di dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 2, dimana Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu. Ini merupakan jaminan resmi dari Negara sekaligus memahami soal UU perlindungan anak karena sekolah didalam kesehariannya berhadapan langsung dengan anak-anak.

Sementara itu, Kasus terhadap siswi SMAN 1 Banguntapan Bantul bermula dari guru bimbingan konseling atau BK yang memakaikan hijab kepada salah satu siswinya. Esti juga Menilai seharusnya tenaga pendidik berpedoman pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2014 tentang Pakaian Seragam Sekolah bagi Peserta Didik jenjang Pendidikan Dasar dan Menengah.

Tindakan guru BK juga dirasa bertentangan dengan Kewajiban PNS sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 94 tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Atas tindakan salah satu guru tersebut dapat diduga oleh publik telah terjadi intoleransi kepada siswa yang seharusnya mendapatkan perlindungan oleh guru maupun sekolahnya. Hal tersebut juga dirasa berpotensi melemahkan persatuan dan kesatuan bangsa.

My Esti Wijayanti sendiri telah melakukan klarifikasi kepada pihak sekolah agar pemberitaan di media daring maupun media sosial tidak semakin kabur,selain itu juga meminta agar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Pemerintah Provinsi DI Yogyakarta untuk dapat mengusut tuntas peristiwa tersebut.

Saya berharap agar kepada kepala sekolah, guru bimbingan konseling, dan guru lainnya bertindak menegakkan aturan mengenai seragam di sekolah-sekolah negeri itu merujuk pada aturan-aturan yang telah dibuat dan ditetapkan oleh pemerintah. Maka jika terjadi pelanggaran, dapat diberikan sanksi sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”pungkas Esti.

Terkait kondisi Anak didik, Anggota DPR RI Komisi VIII Fraksi PDI Perjuangan itu juga menghimbau Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi DIY (Dikpora) segera memfasilitasi pendampingan psikologis untuk siswi bersangkutan akibat trauma karena tindakan intoleran dari sekolah.