Lakukan Penipuan dengan Mengaku Jadi Pegawai MA, Pecatan PNS Asal Kebumen Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Lakukan Penipuan dengan Mengaku Jadi Pegawai MA, Pecatan PNS Asal Kebumen Dibekuk Polisi

Gondomanan, (jogja.sorot.co)--Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta berhasil menangkap seorang pria berinisial B (56), pecatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) asal Kebumen, yang terlibat dalam kasus penipuan dan penggelapan.

Ipda Albertus Bagas Satria, Kasubnit 10 Satreskrim Polresta Yogyakarta, mengungkapkan bahwa kejadian tersebut terjadi pada tanggal 12 Juni 2023 di Teras 2 Malioboro.

Saat itu, korban diiming-imingi oleh pelaku terkait kendaraan hasil lelang yang ditawarkan dengan harga yang murah, sehingga korban tertarik untuk membelinya dan menyetorkan sejumlah uang ke rekening milik pelaku.

"Saat korban menagih barang yang telah ditawarkan itu, pelaku justru mengulur waktu hingga sampai saat ini barang tidak juga diserahkan kepada korban,” ucapnya saat jumpa pers Selasa (25/7).

Pelaku menawarkan mobil dan sepeda motor hasil lelang dari kantor Mahkamah Agung (MA) dengan harga yang sangat menggiurkan bagi korban. Tanpa curiga, korban kemudian mentransfer sejumlah uang kepada pelaku pada 12 Juni 2023, di Teras 2 Malioboro, Jalan Mataram, Danurejan. Namun, setelah proses transfer tersebut, kendaraan yang dijanjikan tidak kunjung datang. 

"Akibat kejadian tersebut, korban mengalami kerugian mencapai Rp 47 juta. Rencananya uang itu akan digunakan untuk membayar 1 unit mobil Avanza, sepeda motor Honda Vario, Honda Win dan Yamaha Nmax,” tambahnya.

Setelah menyadari bahwa ia menjadi korban penipuan, korban segera melaporkan kasus tindak pidana penipuan dan penggelapan tersebut ke Polresta Yogyakarta. Mendapat laporan tersebut, pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan di lapangan.

Hasilnya, petugas berhasil mengetahui keberadaan pelaku. Unit 5 Tindak Pidana Siber Satuan Reserse Kriminal Polresta Yogyakarta kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku di Jalan Pajajaran, Gandok, Condongcatur.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa handphone, kartu ATM, rekening koran, dan top up game. Saat ini, pihak kepolisian masih terus mengembangkan kasus ini, karena diduga masih ada korban lain yang mengalami nasib serupa.

Kasi Humas Polresta Yogyakarta, Iptu Timbul Sasana Raharja, menambahkan bahwa korban dan pelaku sudah saling kenal sebelumnya, karena pelaku memiliki hubungan dengan keluarga korban. Pelaku pun secara berkesinambungan mendekati korban.

Demi meyakinkan korban, pelaku bahkan mengaku sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di Mahkamah Agung. Dengan bujuk rayu tersebut, korban akhirnya menuruti permintaan pelaku untuk membeli kendaraan hasil lelang.

"Pengakuannya dulu pelaku memang bekerja di Mahkamah Agung. Tapi tahun 2018 telah diberhentikan," pungkasnya.