Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Mempertahankan Status Siaga
Peristiwa

Aktivitas Gunung Merapi Masih Tinggi, BPPTKG Mempertahankan Status Siaga

Umbulharjo, (jogja.sorot.co) - Aktivitas vulkanik Gunung Merapi yang terletak di Kabupaten Sleman, Klaten, Boyolali, dan Kabupaten Magelang, tetap berada pada tingkat yang tinggi. Meskipun demikian, Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta belum mengubah status gunung ini dan tetap menjaga status Siaga (level III).

Dalam kondisi ini, Kepala BPPTKG Yogyakarta, Agus Budi Santosa, mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di area yang berpotensi bahaya. BPPTKG mengingatkan bahwa potensi bahaya saat ini meliputi guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya, termasuk daerah Sungai Boyong dalam radius maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dalam radius maksimal 7 kilometer. Di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup Sungai Woro dalam radius maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol 5 kilometer.

Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak,” ujar Agus Budi. Jumat siang (25/8).

Lebih lanjut dalam keterangan rilisnya, Agus Budi menjelaskan bahwa selama seminggu terakhir, mulai dari Jumat (18/8) hingga Kamis (24/8), Gunung Merapi mencatat 144 kali guguran lava. Mayoritas guguran lava ini mengarah ke Sungai Bebeng sebanyak 138 kali, dengan jarak luncur maksimal 1.800 meter dari puncak gunung. Sementara itu, 6 kali guguran lava menuju Sungai Boyong dengan jarak luncur maksimal 1.500 meter dari puncak. 

Selama sepekan juga terdengar 27 kali suara guguran dengan intensitas suara lemah hingga sedang,” imbuhnya.

Dalam catatan tertera bahwa volume kubah lava di bagian barat daya mencapai 276.300 meter kubik, sementara di kubah bagian tengah mencapai 2.369.800 meter kubik. Agus Budi menambahkan bahwa tingkat gempa masih cukup tinggi, dengan jumlah 969 kali gempa guguran, 780 kali gempa fase banyak, 139 kali gempa vulkanik dangkal, 13 kali gempa tektonik, dan 10 kali gempa frekuensi rendah.

Asap berwarna putih dengan ketinggian maksimal 400 meter dari puncak yang tercatat pada 20 Agustus pukul 08.50,” jelas Agus Budi.

Meskipun demikian, masyarakat di sekitar Gunung Merapi diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti petunjuk dari pemerintah daerah setempat.

Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka status aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali,” pungkas Agus Budi.