RIM, PROJO DIY, dan GEMAPRAJA Gelar 'Goyang Indonesia Maju' di Depan Gedung Agung
Info Ringan

RIM, PROJO DIY, dan GEMAPRAJA Gelar 'Goyang Indonesia Maju' di Depan Gedung Agung

Gondomanan, (jogja.sorot.co)--Rumah Indonesia Maju (RIM) PROJO DIY dan Generasi Muda Prabowo Jogja (GEMAPRAJA) menggelar acara 'Goyang Indonesia Maju' di Jalan Malioboro, tepatnya di depan Gedung Agung, pada Minggu (26/11) pagi.

Ketua PROJO DIY, Aris Widihartanto, yang juga menjadi koordinator penyelenggara acara, menyampaikan bahwa 'Goyang Indonesia Maju' diselenggarakan dengan tujuan mensosialisasikan pasangan Capres dan Cawapres, Prabowo - Gibran, kepada seluruh masyarakat Indonesia secara asyik, unik, menarik, dan artistik. Selain itu, acara ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan lagu 'Indonesia Maju' yang akan dinyanyikan secara nasional di seluruh daerah di Indonesia selama kampanye pasangan Prabowo - Gibran.

Kami juga menciptakan trend tarian baru yang kami beri nama 'Goyang Indonesia Maju', yang merupakan pengembangan dari Goyang Gemoy yang viral beberapa waktu belakangan ini,” ucapnya di sela-sela kegiatan.

Aris menambahkan bahwa acara ini juga bertujuan untuk menunjukkan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Jogja memang istimewa. Salah satu bukti keistimewaan ini diwujudkan dalam bentuk karya cipta yang dapat dinikmati oleh seluruh masyarakat di Indonesia. 

'Goyang Indonesia Maju' menampilkan ratusan anak muda yang tergabung dalam Rumah Indonesia Maju (RIM), PROJO DIY, dan GEMAPRAJA (Generasi Muda Prabowo Jogja) dari berbagai kota/kabupaten di Daerah Istimewa Yogyakarta yang akan bernyanyi dan menari bersama dengan antusias dalam rangka menyambut Pilpres 2024 ini.

Kami sangat senang dapat mengadakan acara ini, dan kami berharap dapat meningkatkan semangat para pendukung Prabowo Gibran dalam memenangkan Pilpres 2024. Selain itu, kami juga berharap agar acara yang kami selenggarakan ini dapat menjadi contoh bagi seluruh pendukung pasangan Capres dan Cawapres yang akan berkontestasi dalam Pilpres 2024, agar mengedepankan kreatifitas dalam berkampanye, dan tidak hanya sekedar memobilisasi massa dalam jumlah besar yang hanya mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan konflik,” pungkasnya.