Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus Penipuan Jual Beli Mukena,  5 Pelaku Diamankan
Hukum & Kriminal

Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus Penipuan Jual Beli Mukena, 5 Pelaku Diamankan

Gondomanan, (jogja.sorot.co)--Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Yogyakarta berhasil membongkar kasus tindak pidana pencurian dengan pemberatan atau penipuan. Dalam perkara ini, 5 orang berhasil diidentifikasi sebagai tersangka dan diamankan oleh pihak berwajib.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Yogyakarta, AKP Probo Satrio, menjelaskan bahwa lokasi kejadian berada di Jalan Pakel Rejo, Gondokusuman. Dasarnya yaitu adanya laporan di tanggal 23 November 2023.

Perkaranya adalah pencurian dengan pemberatan atau penipuan yang terjadi pada hari Minggu (19/11)sekira pukul 10.30 wib di Jalan Johar Juhardi (Omah Ramalea Homestay), Gondokusuman, Kota Yogyakarta,” jelasnya saat jumpa pers, Senin (27/11).

Perkara tersebut, tambah Probo, kasus ini berawal ketika seorang pengusaha UMKM tekstil di Solo mendapat pesanan mukena sebanyak 100 kodi. Pelaku yang mengaku bernama Iman melakukan pemesanan tersebut. Awalnya, pelaku datang langsung ke toko korban di Solo untuk negosiasi dan survei harga serta jenis mukena. 

Pemesanan dilakukan melalui WhatsApp, dengan kesepakatan pembelian 100 kodi mukena, satu kodi 20 pitch, sehingga kurang lebih 2000 mukena dengan total harga Rp 109.000.000.

Saat itu, korban disuruh mengantar barangnya ke Yogyakarta yang berada di Omah Ramalea Homestay yang telah di sewa oleh pelaku,” lanjutnya.

Setelah barang tiba di Yogyakarta, korban diminta untuk menurunkan barang dan dibayar dengan uang cash sebesar Rp 9 juta menggunakan cek senilai Rp 100 juta. Sebenarnya, saat itu korban menolak pembayaran dengan metode seperti itu namun pelaku berusaha untuk menyakinkan korban.

Guna menyakinkan korban, pelaku mengajak korban untuk mencairkan cek tersebut dengan barang-barang yang dipesan tadi ditinggalkan di Homestay. Dalam perjalanan, ternyata pelaku tidak mengajak mencarikan cek tersebut akan tetapi justru kabur meninggalkan korban.

Karena korban curiga, kemudian kembali ke Homestay dan mendapati barang miliknya berupa mukena sudah tidak ada dan akhirnya melapor ke Pihak Kepolisian. Sesudah itu, korban berusaha untuk mencairkan cek tersebut, akan tetapi pihak bank menolak karena tanda tangan tidak sesuai dengan pemegang cek.

Dengan adanya kejadian tersebut, kami langsung melakukan pencarian terhadap pelaku. Hasilnya, diduga pelaku berjumlah beberapa orang dan sudah melarikan diri dari Kota Yogyakarta. Dari penyelidikan, kami langsung bergerak ke Jawa Tengah dan pada Jumat (26/11) sekira pukul 06.00 wib berhasil menangkap 4 orang pelaku, yakni WH, YS, Y dan SH di wilayah Tegal, Jawa Tengah,” tambahnya.

Dari penangkapan itu, lanjut Probo, pihaknya lantas melakukan pengembangan terhadap pelaku lain, yaitu yang menyediakan cek kosong. Hingga akhirnya berhasil menangkap R di Pekalongan.

Hasil introgasi ternyata para pelaku dalam menjalankan aksinya berbagi peran. Pelaku WH berperan sebagai pencetus ide dan sebagai perencana, berperan seolah-olah sebagai bos yang menyerahkan uang pembayaran kepada korban. Pelaku YS berperan mencari korban di media sosial dan mendatangi toko korban dan melakukan pemesanan melalui WhatsApp. Pelaku R berperan menyediakan cek palsu, YS berperan sebagai ikut menaikkan barang milik korban dan pelaku Y berperan sebagai ikut menaikkan barang milik korban ke mobil serta membawa ke Pekalongan,” pungkasnya.