Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus TPPO Anak di Bawah Umur, 4 Tersangka Ditangkap
Hukum & Kriminal

Polresta Yogyakarta Ungkap Kasus TPPO Anak di Bawah Umur, 4 Tersangka Ditangkap

Gondomanan, (jogja.sorot.co)--Unit PPA Polresta Yogyakarta berhasil membongkar kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) melibatkan anak di bawah umur, yang berujung pada penetapan 4 tersangka.

Kanit PPA Polresta Yogyakarta, Ipda Apri Sawitri, menjelaskan bahwa kasus ini terungkap setelah adanya laporan dari korban TPPO. Dalam laporan tersebut, korban dipekerjakan sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK) oleh tersangka.

Modus pelaku yakni menawarkan pekerjaan kepada korban untuk berkerja di Kota Yogyakarta dengan gaji Rp 2 juta per minggunya,” jelasnya saat jumpa pers, Rabu (29/11)

Dari pengungkapan itu, ternyata otak dari kasus itu merupakan sepasang suami istri yang menikah secara siri dengan dibantu dua temannya. Pasangan suami istri yang menikah secara siri tersebut berinisial MM perempuan berusia 24 tahun, warga Jakarta dan suaminya berinisial EK (25). Sedangkan dua pelaku lainnya berinisial TI (19) dan EK (25), keduanya adalah pria warga Jawa Barat. 

Menurut keterangan, pengungkapan kasus bermula saat petugas melakukan patroli cyber. Dalam patroli itu, petugas mendapati adanya kegiatan prostitusi online di salah satu hotel di wilayah Sosromenduran, Gedongtengen Kota Yogyakarta melalui aplikasi MiChat. Mendapati adanya hal itu, petugas langsung melakukan penyelidikan.

Usai memastikan keberadaan pelaku, kami langsung melakukan penggrebekan dan berhasil mengamankan 4 orang pelaku,” lanjutnya.

Setelah dilakukan introgasi, ternyata korban yang diketahui berinisial KR (16) dan MC (14), keduanya warga Jakarta di iming-imingi oleh pelaku dengan gaji sebesar Rp 2 juta per minggunya. Merasa membutuhkan pekerjaan, akhirnya korban datang ke Kota Yogyakarta dan menuruti permintaan pelaku tersebut.

Setelah sampai di Kota Yogyakarta, korban ternyata dipekerjakan sebagai PSK. Bahkan korban bisa melayani 4 orang setiap harinya. Meskipun begitu, ternyata korban tidak mendapatkan bayaran. Uangnya justru dipakai oleh para pelaku,” tandasnya.